Taushiyah Ustadz Arifin Ilham: Jalinan Takdir dan Ikhtiar

Semua perbuatan dan keberadaan kita sudah didesain apik oleh Allah Ta’ala. Wallahu khalaqakum wa maa ta’maluun (QS. Ash-Saffat:96). Dialah desainer  semua kejadian  dan peristiwa. Tidak satupun yang luput dari pengawasan dan keteraturan-Nya. Dialah Maha karya, Penentu semua ciptaan.

Meskipun segala sesuatunya telah ditakdirkan, ada banyak amalan yang bisa menentukan arah keperpihakan takdir Allah. Amalan tersebut juga adalah bagian dari takdir-Nya. Diantara yang bisa mengubah takdir adalah ikhtiar atau usaha.

Dalam beberapa ayat, banyak ditemukan, bahwa sejatinya Allah mengikuti  amalan dan usaha manusia. Kaya-miskin atau sukses tidaknya usaha dan aktivitas  kita tergantung dari seberapa besar usaha yang dilakukan.

Jika ikhtiar dan usaha kita sungguh-sungguh, Allah akan sungguh-sungguh penuhi permintaan kita, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib satu kaum, kecuali dari kaum itu sendiri.” (QS. Ar-Ra’d:11).

Terus Bergerak

Jangan pernah berharap bisa mendapatkan harapan dan cita-cita jika kita berdiam diri dan tidak mau usaha. Diam hanya akan melahirkan kekecewaan, kegagalan, kesialan. Tidak ada keberuntungan diraih dengan berpangku tangan (laysatin najah bis sukuuti).

Tidak mungkin emas jatuh tiba-tiba dari langit. Semua ada proses dan waktu. Di situlah sesungguhnya peran usaha dan ikhtiar kita. Tidak bergerak dan berproses berarti berhentinya roda kehidupan.

Orang yang tidak mau berusaha dan tidak bekerja hanya akan memperbanyak persoalan. Air yang menggenang dan tidak mengalir  menyebabkan sarang penyakit.

Singa yang tidak mau keluar dari sarang akan sakit, bahkan menemui kematian. Begitu juga dengan matahari yang tidak bergerak, pertanda awal bagi berakhirnya kehidupan.

Perbanyak Amal

Marilah berbuat sesuatu. Ciptakan amaliyah untuk mengubah takdir kita. Selama pagi masih menjelang , pasti kita akan menemui kejutan-kejutan siang, “Berbuatlah (dan bergeraklah). Karena Allah, Rasul dan orang-orang beriman akan menajdi saksi atas perbuatan kita.” (QS. At-Taubah : 105).

“Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan apapun yang telah kita lakukan, kecuali selalu ada nilai dihadapan-Nya”. (QS. Ali-Imran: 19).

Haqul Yaqin,  Allah akan membimbing kita menemukan jalan-jalan kebaikan, asal kita sungguh-sungguh berusaha menjemput takdir. Takdir kita diantaranya karena usaha kita.

Dengan catatan, usaha tetap berada dalam syariat-Nya dan tidak dengan jalan kemaksiatan dan kotor (dosa). Cara-cara yang tidak baik hanya akan menemukan deretan panjang kesialan kita.

“Dan mereka yang bersungguh-sungguh berbuat di jalan Allah, maka pasti akan Kami tunjukkan jala-jalan (kebaikan).” (QS. Al-Ankabut: 69). Wallahu ‘alam

Via Yatim Mandiri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: