Taushiyah Ustadz Arifin Ilham: Melanjutkan Amalan Ramadhan

Belum terlambat jika kita ingin mengevaluasi tentang kesuksesan Ramadhan yang baru meninggalkan kita. Dantara ukuran kesuksesan penempaan Ramadhan, ada pada empat amalan berikut.

Jika terjaga dan apalagi meningkat, insha Allah, sukseslah Ramadhan-nya. Dan, boleh jadi dialah yang berhak menyandang gelar al-muttaqin, orang yang bertakwa. (QS. Al-Baqarah: 183).

Pertama, tetap mau berpuasa. Karena kita berada pada bulan syawal, puasa yang dimaksud adalah puasa enam hari di bulan syawal. Bulan yang menyimpan arti dan pesan luhur sebagai bulan peningkat amal.

Abu Ayyub al-Anshari RA meriwayatkan, Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Barangsiapa berpuasa penuh di bulan ramadhan lalu menyambungnya dengan (puasa) enam hari di bulan syawal, maka (pahalanya) seperti berpuasa selama satu tahun.” (HR. Muslim).

Hadits tersebut tidak semata-mata dilihat dari sudut pandang bilangan puasa yang hanya enam hari, tapi juga dilihat dari sudut pandang puasanya. Puasa syawal merupakan salah satu bukti nyata amal saleh berupa puasa yang terus berlanjut, tidak menurun.

Syawal adalah kelanjutan Ramadhan, baik dalam keterkaitan bulan-bulan Hijriah (Qomariah), maupun kelanjutan amal-amal saleh. Semangat kita dalam beramal saleh, baik itu yang sifatnya ibadah personal maupun sosial, tidak boleh kendur.

Maka, amalan yang kedua sebagai ukuran kesuksesan Ramadhan adalah tradisi tadarus (membca) Al-Qur’an. Kebiasaan membaca Al-Qur’an ini minimal harus terjaga, syukur-syukur meningkat.

Membaca Al-Qur’an menunjukkan sikap kecintaan seorang Muslim kepada Allah dan Rasul-Nya. Dengan membaca Al-Qur’an, seorang Muslim berarti berkomunikasi dengan Allah Ta’ala. Selain itu, pembaca Al-Qur’an akan diberi reward (balasan) 10 kebaikan dari setiap satu huruf yang dibaca.

Dari Al-Qur’an yang dibaca, maka pembacanya akan terbimbing oleh petunjuk-Nya, diantaranya berupa keadaan hati yang tenang, pikiran jernih, dan amalan yang terjaga.

Bila terbiasa membaca Al-Qur’an, pembicaraannya penuh hikmah, sehingga orang mau mendengar. Jika berdoa, tidak ada penghalang. Melazimkan Al-Qur’an akan dapat syafaat sakaratul maut, baik di dalam kubur maupun di akhirat kelak.

Amalan ketiga adalah shalat malam. Di bulan Ramadhan kita telah terbiasa shalat tarawih. Oleh karena itu, di bulan syawal dan di bulan-bulan berikutnya tahajud bisa menjadi amalan primadona dan khas untuk aktivitas malam kita.

“Pada malam hari, hendaklah kamu shalat tahajud sebagai ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat kamu ke tempat terpuji.” (QS. Al-Isra: 79).

“Seutama-utamanya shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunah di waktu malam.” (HR. Muslim).

“Sesungguhnya pada waktu malam ada satu waktu. Dan seandainya seorang Muslim meminta suatu kebaikan di dunia maupun di akhirat kepada Allah Subhanahu Ta’ala, niscaya Allah Subhanahu wa Ta’ala akan memberinya. Dan, itu berlaku setiap malam.” (HR. Muslim) 

Keempat, sedekah. Sedekah merupakan penolak bala, penyubur pahala dan melipatgandkan rezeki; bagai sebulir benih yang ditanam akan menghasilkan tujuh cabang, yang pada tiap-tiap cabang itu terjurai  seratus biji (QS. Al-Baqarah : 261). Selain itu, seorang hamba akan mencapai hakikat kebaikan sedekah (QS. Ali Imran : 92).

Sumber: Yatim Mandiri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: